China dan negara-negara ASEAN sedang bersama-sama mengusahakan implementasinya CAFTA, di antaranya perhubungan lalu lintas dijadikan salah satu dari 10 bidang prioritas kerjasama. Sebagaimana telah diketahui umum, sejak CAFTA mulai dilaksanakan pada 2002, nilai perdagangan bilateral China-ASEAN mengalami peningkatan tahunan 30 persen. Khusus untuk tahun yang lalu, dalam volume transaksi yang tercatat USD 160.8 miliar terdapat 100 miliar terealisir melalui pengangkutan laut.
Telah menjadi keinginan bersama bagi China dan negara-negara ASEAN untuk mempererat kerjasama pelabuhan regional maupun subregional agar meningkatkan kinerja pelabuhannya. Saat ini, dengan diterapkannya strategi kerjasama Pan Teluk Beibu dan One Axis with Two Wings, kerjasama dan perkembangan pelabuhan sedang menghadapi situasi kondusif. Oleh karena itu Departemen Perhubungan China dan Pemda Guangxi memutuskan untuk menggelar Forum Perkembangan dan Kerjasama Pelabuhan antara China dan ASEAN, hal mana akan mendirikan satu win-win platform untuk pihak yang ikut serta.
Tanggal: 28 s/d 31 Oktober 2007
Tempat: Nanning International Convention and Exhibition Centre (Bagian timur Jalan Minzu, kota Nanning, Guangxi, PRC)
Tema:Mempererat kerjasama regional dalam rangka mendorong pertumbuhan bersama.
Forum akan secara mendalam membicarakan:
Topik I:Perkembangan Industri Pelayaran Internasional dan Kerjasama Regional di bidang Logistik Pelabuhan(Dialog pimpinan perusahaan pelayaran & pelabuhan).
Topik II: Perkembangan, investasi dan Pendanaan untuk Pelabuhan dan Kota Pelabuhan.
|